Cara Melakukan Interpretasi Citra Satelit dan Foto Udara

Satelit memang bukan barang yang baru lagi dalam kehidupan kita. Saat ini berbagai kegiatan manusia memang menyertakan satelit sebagai alat terpercaya dalam kehidupan mereka. Baik kegiatan komersial maupun nonkomersial, satelit telah menjadi andalan dalam mencitra sebuah wilayah sehingga tampak jelas, dekat, serta terpercaya.

Satelit yang dimaksud tentu tidak sama dengan satelit Palapa yang kita punya. Satelit tersebut adalah satelit komunikasi yang tidak memiliki sensor untuk memotret suatu area.

Satelit sumberdaya alam sendiri menghasilkan citra yang merupakan gambar ataupun foto sebuah objek. Selanjutnya objek tersebut perlu mengalami proses interpretasi citra satelit atau pengenalan objek tersebut. Kegiatan ini lebih diartikan sebagai pengkajin terhadap citra yang telah diambil dari sebuah wilayah yang ada di muka bumi. Kita harus benar-benar memahami berbagai objek yang tampak dalam citra dan mampu menafsirkannya secara benar. Untuk melakukan hal tersebut maka kita haruslah lebih dulu mengetahui beberapa unsur interpretasi citra satelit, berikut ulasan singkatnya. Unsur-unsur ini diperlukan saat kita diminta melakukan interpretasi secara manual atau tanpa melibatkan otomatisasi di dalam perangakt lunak image prosessing.

Rona dan Warna

Unsur yang menjadi bagian utama dalam interpretasi citra satelit adalah rona dan warna. Unsur ini menjadi sangat penting karena merupakan unsur utama terhadap suatu objek pada citra penginderaan jauh. Fungsi utama dari rona atau warna adalah mengidentifikasi batas objek pada citra. Penafsiran citra secara visual memang sangat membutuhkan tingkatan rona pada bagian tepi yang jelas. Jika anda mendapati citra anda memiliki objek yang blur maka dapat diperjelas dengan menggunakan teknik penajaman citra atau disebut pula enhancement. Rona sendiri diartikan sebagai gradasi keabuan yang teramati paa citra yang dipresentasikan secara hitam putih. Hal ini kan tampak sekali pada daerah yang memiliki tingkat kelembaban tinggi karena daerah yang basah menyerap lebih banyak cahaya elektromagnetik sehingga akan tampak lebih hitam jika dibanding dengan tempat yang kering atau tidak lembab. Warna sendiri pada citra diartikan sebagai wujud yang tampak mata dengan menggunakan spectrum sempit. Hal hal dasar tersebutlah yang kemudian menjadi dasar dari penciptaan citra multispectral yang memiliki beragam warna. Anda mudah membedakan vegetasi dengan perairan dan dengan tanah menggunakan warna. Demikian pula Anda dapat membedakan tanaman keras dengan rumput dan padi menggunakan warna.

Bentuk

Unsur selanjutnya yang menjadi bagian dalam interpretasi citra satelit adaah bentuk. Hal ini memang sangat erat kaitannya dengan ukuran sehingga dua hal tersebut tak dapat dipisahkan. Bentuk sendiri terbagi menjadi dua bagian yakni bentuk luar dan bentuk rinci. Untuk citra resolusi tinggi, bentuk gedung sekolah dan perumahan akan mudah dibedakan. Demikian pula untuk jalur jalan dan sungai tidak sulit dibedakan berdasarkan bentuknya.

Ukuran

Ukuran menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bentuk. Aspek ini menjadi atribut objek yang lantas diinterpretasikan sebagai luas, volume, tinggi, jarak, lebar dan lain sebagainya.

Tekstur

Unsur interpretasi citra satelit yang selanjutnya adalah tekstur. Diartikan sebagai frekuensi perubahan rona pada citra. Tekstur sendiri dihasilkan oleh kelompok unit yang kecil dan bergerombol, misalkan halus, kasar atau berbelang belang.

Pola

Pola sendiri dalam interpretasi citra satelit diartikan sebagai kenampakan makro yang digunakan untuk mendeskripsikan tata ruang pada citra. Pola akan snagat mudah dijumpai pada hasil bentukan manusia dan beberapa bentuk alamiah meskipun jarang. Hal inilah lantas yang membuat para pencitra akan muda membedakan mana yang merupakan bentukan manusia atau mana yang merupakan bentukan alam. Misalkan kota dan hutan belantara.

Bayangan

Aspek yang satu ini menjadi unsur sekunder yang sering membantu untuk identifikasi objek secara visual.

Situs

Dalam interpretasi citra satelit situs diartikan sebagai konotasi suatu objek terhadap faktor faktor lingkungan yang mempengaruhi. Contohnya hutan mangrove selalu bersitus pada pantai tropis.

Asosiasi atau korelasi

Secara sederhana asosiasi diartikan sebagai kedekatan erat suatu objek dengan objek lainnya.

Demikianlah beberapa unsur penting dalam interpretasi citra satelit.

 

 

 

 

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *