Jasa dan Teknik Pengolahan Citra Satelit

Kemajuan teknologi yang pesat memang membawa banyak informasi ke dalam kehidupan kita. Beragam alat baru yang tidak hanya canggih namun juga tampak sangat ajaib banyak bermunculan dan mempermudah hidup manusia. Dalam urusan visual misalnya kita mengenal televisi tabung berukuran besar yang hampir mustahil untuk dipindahkan. Bergeser jaman kita lantas mengenal televisi led yang slim dan langsing. Saat ini bahkan muncul curved TV dengan layar lengkungnya yang seolah mampu membawa kita ke dalam acara yang kita tonton. Tidak hanya itu ilmu pengetahuan yang masih berkaitan dengan visual pun berkembang semakin canggih dengan lahirnya satelit.

Teknologi penginderaan jauh menjadi salah satu pngetahuan awal yang menggebrak kesadaran kita bahwa bumi memiliki permukaan yang tidak rata. Beberapa bukti satelit memang telah menunjukkan banyak lembah, gunung, laut dan bahkan palung yang menjadi latar bumi. Selain itu kehadiran satelit dalam kehidupan manusia memang membawa dampak besar yang sangat nyata dalam kesuksesan ilmu pengetahuan. Tidak hanya berkisar seputar antariksa saja namun ternyata kini satelit digunakan oleh hampir semua bidang ilmu. Namun citra satelit saja bukanlah teknologi yang bermanfaat besar tanpa pengolahan citra satelit yang mumpuni dan tepat.

Pengolahan citra satelit sendiri bertujuan untuk memperoleh informasi spasial mengenai gambaran permukaan bumi secara lebih jelas. Hasil pengolahan tersebut kemudian menjadi bahan dasar dalam interpretasi citra. Jika berbicara soal pengolahan citra satelit, maka kita akan berbincang pula mengenai tiga hal yang biasa dilakukan yaitu:

  • Orthorektifikasi

Hal pertama yang menjadi penting dalam pengolahan citra satelit adalah orthorektifikasi. Citra yang dihasilkan dari pengambilan gambar lewat udara oleh satelit memang menjadi faktor utama dalam pemetaan umum, akuisisi GIS, dan visualisasi. Dari citra satelit itulah maka kita mendapatkan beragam informasi spasial seperti jaringan jalan, sungai, vegetasi atau tumbuhan, air seperti sungai atau danau dan laut, rumah dan masih banyak lagi. Namun citra satelit sekalipun mampu mengalami disortasi ataupun pergeseran relief karena keadaan satelit pada saat pengambilan gambar maupun tingkat kemiringan bidang yang dicitrakan. Orthorektifikasi akan menjernihkan hasil citra dan membuatnya semakin tampak dan bening. Kita melakukan Orthorektifikasi dengan menggunakan Digital Elevation Model atau disingkat DEM.

  • Pansharpening dan color enchance

Proses pengolahan citra satelit selanjutnya adalah dengan pansharpening. Langkah ini merupakan proses fusi antara citra pankromatik high resolusi dengan citra multispectral low resolution. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan citra dengan high resolution dan natural color image. Banyak perusahaan biasanya menggunakan PCI Geomatica dengan alogaritma pansharpeningnya atau menggunakan metode SFIM.

  • Mosaicking

Proses pengolahan citra satelit yang tak kalah penting adalah mosaicking. Proses ii dipahami secara dasar adalah penggabungan citra satelit dari berbagai citra sehingga menjadi satu kesatuan citra wilayah yang utuh. Cara ini meliputi pemotongan atau cutting sehingga wilayah yang akan disambungkan menjadi sungguh tepat tersambung dan tidak ada tumang tindih atau bahkan pengulangan citra sehingga tidak sesuai dengan keadaan aslinya.

  • Cloud Remove

Karena merupakan pemotretan wilayah yang dilakukan dari atas atau dari atmosfer maka tak jarang kita mendapati citra yang kita inginkan memiliki banyak cloud atau awan. Proses pengolahan citra satelit cloud remove akan menghilangkan awan awan tersebut sehingga citra yang dihasilkan lebih bersih dan jelas. Cara yang biasa dilakukan dalam cloud remove adalah dengan menggabungkan beberapa scene yang kita miliki pada area penelitian yang sama.

  • Proses berikutnya adalah melakukan proses interpretasi pada citra yang sudah dikoreksi tersebut. Proses interpretasi dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak image processing seperti ER Mapper, Envi, dan lainnya. Selain menggunakan perangkat tersebut, maka proses dapat dilakukan pula menggunakan perangkat lunak GIS. Untuk cara kedua ini biasanya dilakukan interpretasi manual dengan teknik digitasi on screen.

 

Hasil yang diperoleh adalah peta hasil interpretasi citra satelit. Data ini dapat diolah lebih lanjut dengan menambahkan database sesuai peruntukan dan tujuan analisis.

Untuk proses dan kajian menggunakan citra satelit, silakan menghubungi tim kami di  ………..

 

 

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *