Metode Pengolahan Citra Satelit Untuk Berbagai Kajian

Satelit memang sudah menjadi teknologi yang dekat dengan kehidupan manusia. Jika zaman dahulu kita mengenal satelit sebagai satelit pemantul gelombang suara dan gambar, kemudian kita kenal juga satelit sebagai alat antariksa yang bertugas memotret permukaan bumi. Kita juga mengenal satelit navigasi yang bermanfaat untuk menjejak posisi sebuah obyek yang memiliki sensor penangkap sinyal satelit. Alat itu bernama GPS. Dulu, GPS hanay digunakan untuk keperluan navigasi kapal, dan pesawat terbang. Berikutnya, satelit navigasi digunakan untuk kegiatan survei dan pemetaan. Kini, GPS telah jauh melampaui bayangan orang. Perangkat ini telah dimanfaatkan oleh ojek dan deliveri makanan.

Dalam hal pengelolaan sumberdaya alam dan wilayah, kita mengenal satelit-satelit yang bertugas merekam objek dengan cara memotret. Namun untuk memperoleh citra satelit yang jernih dan tepat posisinya, banyak langkah pengolahan citra satelit yang harus ditempuh.

Untuk menghasilkan gambar yang jernih dan berkualitas jalan panjang dengan beragam kaitan teknologi perlu diperhatikan agar kualitas citra yang dihasilkan benar-benar mumpuni untuk digunakan. Pengolahan citra satelit memang serangkaian proses yang rumit yang harus dilakukan untuk menghsilkan citra yang jelas dan secara riil mampu mewakili sebuah wilayah yang kita citrakan. Proses yang panjang ini meliputi serangkaian teknologi canggih terutama perangkat lunak image processing sehingga memang menghasilkan gambar yang jelas dan tepat posisinya. Berikut ini akan dibeberkan secara singkat beberapa metode pengolahan citra satelit sebagai tambahan informasi dan referensi pengetahuan Anda.

Ortorektifikasi

Ortorektifikasi adalah salah satu metode pengolahan citra satelit yang cukup penting dalam menghasilkan gambar yang bening dan jernih. Dari pemotretan atau pengambilan gambar oleh satelit dari udara maka kita akan mendapatkan beragam informasi penting seperti tumbuhan atau vegetasi di suatu wilayah, air atau danau dan lainnya serta jalan dan rumah yang juga akan tampak jelas dalam citra yang dihasilkan. Namun bukan hal yang rahasia lagi jika citra satelit sekaipun akan mengalami dstorsi atau pergeseran relief sehingga gambar yang dihasilkan tidak jernih dan mengalami distorsi. Hal ini sebenarnya bukan hal yang sangat perlu dikhawatirkan karena ketidaksempurnaan citra tersebut sebenarnya disebabkan oleh topografi atau kemiringan bumi yang tidak rata. Dapat juga terjadi sebagai akibat dari posisi satelit yang tidak tepat saat memotret objek. Meskipun begitu kelemahan dalam pengambilan citra tersebut masih dapat dikoreksi dengan menggunakan Digital Elevation Model atau DEM. Untuk bidang yang relatifdatar biasanya proses yang dilakukan tak serumit pada bidang miring. Kita hanya perlu me-rektifikasi citra menggunakan titik GCP saja.

Pansharpening dan color enchance

Metode pengolahan citra satelit yang selanjutnya adalah dengan melakukan pansharpening dan color enhanced untuk mengoreksi warna dan kualitas citra yang dihasilkan. Cara ini adalah membenahi beragam kekurangan dari pengambilan gambar misalkan gambar tampak bening namun hanya dua warna saja yakni hitam dan putih namun ketika gambar yang dihasilkan berwarna warni, gambar tampak blur dan tak jelas. Pansharpening dan color enhanced menggabungkan kelebihan dua citra tersebut dan menjadikannya lebih sempurna.

Mosaicking

Mosaicking adalah salah satu metode pengolahan citra satelit yang terbilang cukup penting dilakukan jika citra yang dihasilkan terpecah atau terbagi dalam beberapa bagian atau file. Mosaicking memang merupakan proses penggabungan citra yang merupakan bagian dari satu wilayah hingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Cara yang biasa ditempuh adalah dengan melakukan cutting yang tepat sehingga tidak terjadi tumpang tindih bagian citra.

Demikianlah beberapa metode pengolahan citra satelit yang dilakukan untuk menghasilkan gambar yang bening dan jelas guna mendapatkan manfaat yang maksimal.  Masih ada beberapa metode pengolahan citra lainnya yang perlu dilakukan oleh pengguna citra satelit. Semua itu kembali kepada tujuan aplikasinya. Apakah hendak memetakan kondisi vegetasi di lahan pertanian, kajian oseanografi, perkotaan, atau bahkan kajian mengenai kondisi kualitas lingkungan suatu wilayah.

Bila Anda memerlukan informasi detail mengenai aplikasi pemanfaatan citra satelit dan metode pengolahannya, silakan menghubungi kami di  …………

 

 

 

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *